<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0">
	<channel>
		<title>toksow jil</title>
		<itunes:subtitle>toksow jil</itunes:subtitle>
		<link>http://jil.mypodcast.com/</link>
		<description>Selamat datang di podcast JIL. Ini adalah web rekaman talkshow mingguan jaringan islam liberal Jakarta, bekerja sama dengan Kantor Berita Radio 68H.</description>
		<itunes:summary>Selamat datang di podcast JIL. Ini adalah web rekaman talkshow mingguan jaringan islam liberal Jakarta, bekerja sama dengan Kantor Berita Radio 68H.</itunes:summary>
		<language>in</language>
      <copyright>(c) jaringan islam liberal</copyright>
<itunes:keywords>islam, talkshow, jil, interview</itunes:keywords>
      <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
      <itunes:owner>
         <itunes:name>jaringan islam liberal</itunes:name>
     <itunes:email>sengkarut@hotmail.com</itunes:email>
      </itunes:owner>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-52073.png"/>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
<itunes:category text="Government &amp; Organizations">
<itunes:category text="Non-Profit"/>
</itunes:category>
<itunes:category text="Religion &amp; Spirituality">
<itunes:category text="Islam"/>
</itunes:category>
		<lastBuildDate>Tue, 21 Aug 2007 01:09:31 +0700</lastBuildDate>
		<docs>http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss</docs>
		<generator>MyPodcast.com RSS generator v1.0</generator>
		<managingEditor>sengkarut@hotmail.com (jaringan islam liberal)</managingEditor>
		<webMaster>support@mypodcast.com (MyPodcast team)</webMaster>
		<item>
			<title>Konsep Jihad 1</title>
			<itunes:subtitle>Kata jihad yang sekarang ini ramai dibicarakan, menurut Dr. Nasaruddin Umar yang juga salah seorang </itunes:subtitle>
			<description>Kata jihad yang sekarang ini ramai dibicarakan, menurut Dr. Nasaruddin Umar yang juga salah seorang pembantu rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, ternyata sudah lepas dari konteksnya. Kata ini berkonotasi negatif dan bahkan cenderung kontraproduktif karena didasarkan hanya pada akumulasi kekecewaan dan kemarahan umat Islam saja, bukan didasarkan pada pertimbangan logika dan konfirmasi terhadap nurani. Dan jihad ini mestinya memperhitungkan unsur-unsur strategi, taktik, dan metode seperti yang pernah dilakukan Nabi SAW.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=181&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=181&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>Kata jihad yang sekarang ini ramai dibicarakan, menurut Dr. Nasaruddin Umar yang juga salah seorang pembantu rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini, ternyata sudah lepas dari konteksnya. Kata ini berkonotasi negatif dan bahkan cenderung kontraproduktif karena didasarkan hanya pada akumulasi kekecewaan dan kemarahan umat Islam saja, bukan didasarkan pada pertimbangan logika dan konfirmasi terhadap nurani. Dan jihad ini mestinya memperhitungkan unsur-unsur strategi, taktik, dan metode seperti yang pernah dilakukan Nabi SAW.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=181</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/10/Konsep_Jihad_1-34622.html</guid>
			<pubDate>Tue, 04 Oct 2005 06:11:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20051004_0611-65851.mp3" length="4124" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>09:43</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Studi Islam di Jerman</title>
			<itunes:subtitle>Berkuasanya Partai Kristen Demokrat di Jerman tidak menimbulkan kekhawatiran akan munculnya kebijaka</itunes:subtitle>
			<description>Berkuasanya Partai Kristen Demokrat di Jerman tidak menimbulkan kekhawatiran akan munculnya kebijakan-kebijakan politik yang sektarian. Indonesia dan negara Muslim lainnya masih mencari sintesis antara Islam dan demokrasi. Akankah itu terjadi? Berikut perbincangan Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) di Radio 68H, Jakarta, dengan Ahmad Norma Permata, mahasiswa S3 Ilmu Politik di Universitas Muncster, Jerman.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1257&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1257&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>Berkuasanya Partai Kristen Demokrat di Jerman tidak menimbulkan kekhawatiran akan munculnya kebijakan-kebijakan politik yang sektarian. Indonesia dan negara Muslim lainnya masih mencari sintesis antara Islam dan demokrasi. Akankah itu terjadi? Berikut perbincangan Kajian Islam Utan Kayu (KIUK) di Radio 68H, Jakarta, dengan Ahmad Norma Permata, mahasiswa S3 Ilmu Politik di Universitas Muncster, Jerman.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1257</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2007/05/Studi_Islam_di_Jerman-33251.html</guid>
			<pubDate>Thu, 17 May 2007 01:28:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20070517_0128-62204.mp3" length="34950475" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>51:50</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Sains dan Islam 2</title>
			<itunes:subtitle>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199</itunes:subtitle>
			<description>&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/02/Sains_dan_Islam_2-33055.html</guid>
			<pubDate>Mon, 07 Feb 2005 04:15:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050207_0415-61704.mp3" length="8888285" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>10:23</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Sains dan Islam 1</title>
			<itunes:subtitle>Soal Maurice Bucaille ini, ketika pertama kali ia muncul sejumlah orang bersorak karena implikasi da</itunes:subtitle>
			<description>Soal Maurice Bucaille ini, ketika pertama kali ia muncul sejumlah orang bersorak karena implikasi dari penjelasannya adalah Alquran sudah banyak berbicara sejak 14 abad sebelum penemuan-penemuan oleh ilmuwan cemerlang di seluruh dunia. Tapi mereka lupa bahwa teori-teori ilmiah itu bersifat tentatif, setiap saat bisa diubah oleh teori yang lebih bagus. Kalau para pendukung Bucaille tetap berpatokan dengan mencantolkan ayat dengan teori ilmiah maka mereka merisikokan ayat tersebut untuk suatu waktu dianulir pada saat teori ilmiah tersebut difalsifikasi.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>Soal Maurice Bucaille ini, ketika pertama kali ia muncul sejumlah orang bersorak karena implikasi dari penjelasannya adalah Alquran sudah banyak berbicara sejak 14 abad sebelum penemuan-penemuan oleh ilmuwan cemerlang di seluruh dunia. Tapi mereka lupa bahwa teori-teori ilmiah itu bersifat tentatif, setiap saat bisa diubah oleh teori yang lebih bagus. Kalau para pendukung Bucaille tetap berpatokan dengan mencantolkan ayat dengan teori ilmiah maka mereka merisikokan ayat tersebut untuk suatu waktu dianulir pada saat teori ilmiah tersebut difalsifikasi.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=199</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/02/Sains_dan_Islam_1-33036.html</guid>
			<pubDate>Mon, 07 Feb 2005 01:50:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050207_0150-61655.mp3" length="67865702" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>11:02</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Konsep Kemajemukan Perspektif Katolik1</title>
			<itunes:subtitle>Salah satu sebab konflik yang terjadi antar agama adalah kesalahpahaman dalam memahami konsep-konsep</itunes:subtitle>
			<description>Salah satu sebab konflik yang terjadi antar agama adalah kesalahpahaman dalam memahami konsep-konsep yang digunakan dalam agama-agama tersebut. Hal ini juga terjadi dalam agama Islam dan Kristen. Sebagian orang Islam menganggap saudara Kristen mereka sebagai bukan monoteis, hanya karena konsep Trinitas yang mereka yakini. Tapi, penjelasan Kristen sendiri, sesungguhnya, sangat berbeda dari pemahaman orang-orang Islam.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=174&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=174&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-61630&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Salah satu sebab konflik yang terjadi antar agama adalah kesalahpahaman dalam memahami konsep-konsep yang digunakan dalam agama-agama tersebut. Hal ini juga terjadi dalam agama Islam dan Kristen. Sebagian orang Islam menganggap saudara Kristen mereka sebagai bukan monoteis, hanya karena konsep Trinitas yang mereka yakini. Tapi, penjelasan Kristen sendiri, sesungguhnya, sangat berbeda dari pemahaman orang-orang Islam.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=174</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/09/Konsep_Kemajemukan_Perspektif_Katolik1-32532.html</guid>
			<pubDate>Tue, 06 Sep 2005 10:43:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050906_1043-60328.mp3" length="5542489" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-61630"/>
<itunes:duration>11:52</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Dampak Penerapan Syariat Islam3</title>
			<itunes:subtitle>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175</itunes:subtitle>
			<description>&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/09/Dampak_Penerapan_Syariat_Islam3-32482.html</guid>
			<pubDate>Tue, 13 Sep 2005 02:24:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050913_0224-60203.mp3" length="6260" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>08:24</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Dampak Penerapan Syariat Islam2</title>
			<itunes:subtitle>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175</itunes:subtitle>
			<description>&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/09/Dampak_Penerapan_Syariat_Islam2-32298.html</guid>
			<pubDate>Tue, 13 Sep 2005 11:21:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050913_1121-59729.mp3" length="1933895" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>09:20</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Dampak Penerapan Syariat Islam1</title>
			<itunes:subtitle>Kalau kita belajar dari pengalaman di Sudan atau Pakistan atau negeri Islam lainnya yang lebih dahul</itunes:subtitle>
			<description>Kalau kita belajar dari pengalaman di Sudan atau Pakistan atau negeri Islam lainnya yang lebih dahulu melakukan penerapan syariat Islam, saya kira, pihak pertama yang paling merasakan dampak pelaksanaan syariat islam adalah kaum perempuan. Ini karena banyaknya regulasi dalam Islam dalam pelbagai hal. Misalnya, soal pengenaan pakaian dan lain-lain.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-61625&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Kalau kita belajar dari pengalaman di Sudan atau Pakistan atau negeri Islam lainnya yang lebih dahulu melakukan penerapan syariat Islam, saya kira, pihak pertama yang paling merasakan dampak pelaksanaan syariat islam adalah kaum perempuan. Ini karena banyaknya regulasi dalam Islam dalam pelbagai hal. Misalnya, soal pengenaan pakaian dan lain-lain.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=175</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/09/Dampak_Penerapan_Syariat_Islam1-32293.html</guid>
			<pubDate>Tue, 13 Sep 2005 10:53:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050913_1053-59717.mp3" length="13502273" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-61625"/>
<itunes:duration>10:37</itunes:duration>
<itunes:explicit>yes</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Toleransi dan Kemajemukan</title>
			<itunes:subtitle>Beragama adalah pilihan sukarela seseorang yang tidak bisa dipaksa-paksa. Siapa saja bebas untuk men</itunes:subtitle>
			<description>Beragama adalah pilihan sukarela seseorang yang tidak bisa dipaksa-paksa. Siapa saja bebas untuk menentukan agamanya, apakah ia akan memilih Islam, Kristen, Hindu, Budha, atau agama lainnya. Bahkan, menurut Dr. DJohan Efendi, orang juga bebas memilih untuk tidak beragama.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=172&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=172&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-59698&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Beragama adalah pilihan sukarela seseorang yang tidak bisa dipaksa-paksa. Siapa saja bebas untuk menentukan agamanya, apakah ia akan memilih Islam, Kristen, Hindu, Budha, atau agama lainnya. Bahkan, menurut Dr. DJohan Efendi, orang juga bebas memilih untuk tidak beragama.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=172</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/08/Toleransi_dan_Kemajemukan-32141.html</guid>
			<pubDate>Tue, 23 Aug 2005 13:05:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050823_1305-59312.mp3" length="8645065" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-59698"/>
<itunes:duration>30:31</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Islam dan Kemajemukan</title>
			<itunes:subtitle>Kemajemukan atau pluralitas adalah sunnatullah. Dalam banyak ayat, Alquran menyebutkan tentang kemaj</itunes:subtitle>
			<description>Kemajemukan atau pluralitas adalah sunnatullah. Dalam banyak ayat, Alquran menyebutkan tentang kemajemukan sebagai sesuatu yang memang dikehendaki Allah. Karena itu, siapa saja yang berusaha menolak pluralitas sama artinya dengan menolak sunnatullah.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=171&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=171&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-56103&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Kemajemukan atau pluralitas adalah sunnatullah. Dalam banyak ayat, Alquran menyebutkan tentang kemajemukan sebagai sesuatu yang memang dikehendaki Allah. Karena itu, siapa saja yang berusaha menolak pluralitas sama artinya dengan menolak sunnatullah.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=171</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/08/Islam_dan_Kemajemukan-30899.html</guid>
			<pubDate>Tue, 16 Aug 2005 01:11:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050816_0111-56065.mp3" length="10539674" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-56103"/>
<itunes:duration>29:41</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Konsep Ahli Kitab2</title>
			<itunes:subtitle>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173</itunes:subtitle>
			<description>&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-56045&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/08/Konsep_Ahli_Kitab2-30886.html</guid>
			<pubDate>Tue, 30 Aug 2005 00:12:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050830_0012-56033.mp3" length="51715766" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-56045"/>
<itunes:duration>20:36</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Konsep Ahli Kitab1</title>
			<itunes:subtitle>Konsep ahlul kitab dalam sejarah Islam selalu berkembang. Pada masa Nabi, ahlu kitab kerap dikaitkan</itunes:subtitle>
			<description>Konsep ahlul kitab dalam sejarah Islam selalu berkembang. Pada masa Nabi, ahlu kitab kerap dikaitkan hanya kepada agama Yahudi dan Nasrani, karena pada masa itu, Nabi Muhammad hanya berinteraksi kepada dua agama besar itu. Tapi, setelah Islam meluas, konsep ahlul kitab juga semakin luas. Beberapa ulama Islam, seperti al-Sahrastani dan al-Baghdadi, menganggap agama lokal Iran (Zoroaster) sebagai ahlul kitab.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-56040&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Konsep ahlul kitab dalam sejarah Islam selalu berkembang. Pada masa Nabi, ahlu kitab kerap dikaitkan hanya kepada agama Yahudi dan Nasrani, karena pada masa itu, Nabi Muhammad hanya berinteraksi kepada dua agama besar itu. Tapi, setelah Islam meluas, konsep ahlul kitab juga semakin luas. Beberapa ulama Islam, seperti al-Sahrastani dan al-Baghdadi, menganggap agama lokal Iran (Zoroaster) sebagai ahlul kitab.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=173</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/08/Konsep_Ahli_Kitab1-30488.html</guid>
			<pubDate>Tue, 30 Aug 2005 14:09:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050830_1409-55059.mp3" length="193617" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-56040"/>
<itunes:duration>08:29</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Syariat Islam dan Otoda3</title>
			<itunes:subtitle>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169</itunes:subtitle>
			<description>&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/07/Syariat_Islam_dan_Otoda3-30473.html</guid>
			<pubDate>Tue, 12 Jul 2005 13:08:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050712_1308-55026.mp3" length="79112" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>08:38</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Syariat Islam dan Otoda1</title>
			<itunes:subtitle>Di dalam konsep Islam tentang kehidupan bermasyarakat, yang menjadi tujuannya adalah ‘adalah, keadil</itunes:subtitle>
			<description>Di dalam konsep Islam tentang kehidupan bermasyarakat, yang menjadi tujuannya adalah ‘adalah, keadilan. Maka syariat secara sosial adalah segala tatanan kehidupan bermasyarakat, apakah ekonomi, politik, dan sebagainya, yang menuju kepada terciptanya masyarakat yang adil. Maka dalam hal ini benar yang dikatakan oleh Imam ‘Izzuddin: Fa-ainama tujadu al-‘adalah fa tsamma syar’ullah, di mana ada jaminan keadilan, dalam sistem apapun, sistem tatanan apapun, yang dapat menjamin keadilan, di sanalah terdapat syariat Allah.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-55041&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Di dalam konsep Islam tentang kehidupan bermasyarakat, yang menjadi tujuannya adalah ‘adalah, keadilan. Maka syariat secara sosial adalah segala tatanan kehidupan bermasyarakat, apakah ekonomi, politik, dan sebagainya, yang menuju kepada terciptanya masyarakat yang adil. Maka dalam hal ini benar yang dikatakan oleh Imam ‘Izzuddin: Fa-ainama tujadu al-‘adalah fa tsamma syar’ullah, di mana ada jaminan keadilan, dalam sistem apapun, sistem tatanan apapun, yang dapat menjamin keadilan, di sanalah terdapat syariat Allah.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/07/Syariat_Islam_dan_Otoda1-30458.html</guid>
			<pubDate>Tue, 12 Jul 2005 13:30:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050712_1330-54992.mp3" length="12125826" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-55041"/>
<itunes:duration>09:53</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Syariat Islam dan Otoda2</title>
			<itunes:subtitle>Di dalam konsep Islam tentang kehidupan bermasyarakat, yang menjadi tujuannya adalah ‘adalah, keadil</itunes:subtitle>
			<description>Di dalam konsep Islam tentang kehidupan bermasyarakat, yang menjadi tujuannya adalah ‘adalah, keadilan. Maka syariat secara sosial adalah segala tatanan kehidupan bermasyarakat, apakah ekonomi, politik, dan sebagainya, yang menuju kepada terciptanya masyarakat yang adil. Maka dalam hal ini benar yang dikatakan oleh Imam ‘Izzuddin: Fa-ainama tujadu al-‘adalah fa tsamma syar’ullah, di mana ada jaminan keadilan, dalam sistem apapun, sistem tatanan apapun, yang dapat menjamin keadilan, di sanalah terdapat syariat Allah.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>Di dalam konsep Islam tentang kehidupan bermasyarakat, yang menjadi tujuannya adalah ‘adalah, keadilan. Maka syariat secara sosial adalah segala tatanan kehidupan bermasyarakat, apakah ekonomi, politik, dan sebagainya, yang menuju kepada terciptanya masyarakat yang adil. Maka dalam hal ini benar yang dikatakan oleh Imam ‘Izzuddin: Fa-ainama tujadu al-‘adalah fa tsamma syar’ullah, di mana ada jaminan keadilan, dalam sistem apapun, sistem tatanan apapun, yang dapat menjamin keadilan, di sanalah terdapat syariat Allah.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=169</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2005/07/Syariat_Islam_dan_Otoda2-30440.html</guid>
			<pubDate>Tue, 12 Jul 2005 10:22:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20050712_1022-54987.mp3" length="5415390" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>09:44</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Pergulatan Iman Jeffrie Geovannie</title>
			<itunes:subtitle>Sebagian orang menemukan jalan menuju Tuhan lewat pemenuhan ritual-ritual agama secara komplit. Seba</itunes:subtitle>
			<description>Sebagian orang menemukan jalan menuju Tuhan lewat pemenuhan ritual-ritual agama secara komplit. Sebagian lain menemukannya lewat pergumulan dengan kehidupan sosial yang nyata sehingga membuat hidupnya lebih bermakna. Demikian sekilas perbincangan Nong Darol Mahmada dan M. Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Jeffrie Geovanie, pengusaha muda yang kini Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, lembaga yang bergerak di bidang kajian kebijakan publik di Jakarta.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=995&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=995&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-54334&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Sebagian orang menemukan jalan menuju Tuhan lewat pemenuhan ritual-ritual agama secara komplit. Sebagian lain menemukannya lewat pergumulan dengan kehidupan sosial yang nyata sehingga membuat hidupnya lebih bermakna. Demikian sekilas perbincangan Nong Darol Mahmada dan M. Guntur Romli dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Jeffrie Geovanie, pengusaha muda yang kini Direktur Eksekutif The Indonesian Institute, lembaga yang bergerak di bidang kajian kebijakan publik di Jakarta.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=995</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2006/02/Pergulatan_Iman_Jeffrie_Geovannie-30193.html</guid>
			<pubDate>Thu, 02 Feb 2006 12:47:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20060202_1247-54321.mp3" length="12937820" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-54334"/>
<itunes:duration>50:41</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Syariat Islam di Pesantren</title>
			<itunes:subtitle>Kencangnya isu formalisasi syariat di beberapa kota di Jawa Barat memang punya akar tunggang sejarah</itunes:subtitle>
			<description>Kencangnya isu formalisasi syariat di beberapa kota di Jawa Barat memang punya akar tunggang sejarah sampai ke gerakan DI/TII. Namun, antusiasme memperjuangkan isu-isu yang tak langsung memenuhi hajat hidup masyarakat bisa mengalami involusi. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) Kamis (22/02) lalu, dengan Jajang Jahroni, peneliti PPIM, UIN Jakarta, yang meneliti perkembangan isu syariat di 10 kota di Jawa Barat.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1005&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1005&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>Kencangnya isu formalisasi syariat di beberapa kota di Jawa Barat memang punya akar tunggang sejarah sampai ke gerakan DI/TII. Namun, antusiasme memperjuangkan isu-isu yang tak langsung memenuhi hajat hidup masyarakat bisa mengalami involusi. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) Kamis (22/02) lalu, dengan Jajang Jahroni, peneliti PPIM, UIN Jakarta, yang meneliti perkembangan isu syariat di 10 kota di Jawa Barat.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1005</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2006/02/Syariat_Islam_di_Pesantren-29964.html</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Feb 2006 07:57:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20060223_0757-53771.mp3" length="2020516" type="audio/mpeg"/>
<itunes:duration>51:33</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Kondisi Kejiwaan Umat islam Indonesia</title>
			<itunes:subtitle>Kondisi mental dan psikologi umat Islam Indonesia setelah zaman reformasi belum kunjung berubah. Per</itunes:subtitle>
			<description>Kondisi mental dan psikologi umat Islam Indonesia setelah zaman reformasi belum kunjung berubah. Perasaan terus terkepung (siege mentality) oleh pelbagai isu, masih saja terus menghantui. Padahal, Islam tetap terus berkembang dengan wajar, baik di Indonesia bahkan di banyak belahan dunia. Demikian hasil perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar psikologi di Universitas Indonesia.

Selengkapnya:
&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1021&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1021&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-55042&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Kondisi mental dan psikologi umat Islam Indonesia setelah zaman reformasi belum kunjung berubah. Perasaan terus terkepung (siege mentality) oleh pelbagai isu, masih saja terus menghantui. Padahal, Islam tetap terus berkembang dengan wajar, baik di Indonesia bahkan di banyak belahan dunia. Demikian hasil perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Sarlito Wirawan Sarwono, guru besar psikologi di Universitas Indonesia.

Selengkapnya:
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1021</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2006/03/Kondisi_Kejiwaan_Umat_islam_Indonesia-29593.html</guid>
			<pubDate>Thu, 16 Mar 2006 13:33:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20060316_1333-52854.mp3" length="37615906" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-55042"/>
<itunes:duration>52:15</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Bom Bunuh Diri</title>
			<itunes:subtitle>Faktor pendorong utama terorisme bunuh diri (suicide terrorism) dalam kurun waktu 1980-2003, bukanla</itunes:subtitle>
			<description>Faktor pendorong utama terorisme bunuh diri (suicide terrorism) dalam kurun waktu 1980-2003, bukanlah fundamentalisme agama. Ia lebih didorong oleh spirit nasionalisme suatu kelompok masyarakat untuk mengusir orang yang mereka anggap menjajah ibu pertiwi mereka. Demikian hasil diskusi buku Dying To Win: The Strategic Logic of Suicide Terrorism karangan Robert Pape (2006) antara Jaringan Islam LIberal (JIL) dengan Ihsan Ali Fauzi, mahasiswa Ilmu Politik di Ohio State University Amerika Serikat. Transkrip selengkapnya:

&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1150&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1150&lt;/a&gt;</description>
			<itunes:summary>Faktor pendorong utama terorisme bunuh diri (suicide terrorism) dalam kurun waktu 1980-2003, bukanlah fundamentalisme agama. Ia lebih didorong oleh spirit nasionalisme suatu kelompok masyarakat untuk mengusir orang yang mereka anggap menjajah ibu pertiwi mereka. Demikian hasil diskusi buku Dying To Win: The Strategic Logic of Suicide Terrorism karangan Robert Pape (2006) antara Jaringan Islam LIberal (JIL) dengan Ihsan Ali Fauzi, mahasiswa Ilmu Politik di Ohio State University Amerika Serikat. Transkrip selengkapnya:

http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1150</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2006/10/Bom_Bunuh_Diri-29466.html</guid>
			<pubDate>Thu, 05 Oct 2006 11:06:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20061005_1106-52541.mp3" length="407662" type="audio/mpeg"/>
<itunes:keywords>Ihsan, Ali, Fauzi, Bom Bunuh Diri</itunes:keywords>
<itunes:duration>52:00</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Pergulatan Iman Sukma Dewi</title>
			<itunes:subtitle>Ada perubahan mendasar corak beragama kita di negeri ini. Jika dulu yang paling ditekankan adalah ha</itunes:subtitle>
			<description>Ada perubahan mendasar corak beragama kita di negeri ini. Jika dulu yang paling ditekankan adalah harmoni di tengah keragaman budaya dan agama, kini soal pembedaan identitas yang lebih dikemukakan. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Ni Gusti Ayu Sukma Dewi, anggota Pansus RUU APP di DPR.

Transkrip selengkapnya:

&lt;a href=&quot;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1025&quot; target=&quot;_blank&quot; class=&quot;userlink&quot;&gt;http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1025&lt;/a&gt;&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-52493&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary>Ada perubahan mendasar corak beragama kita di negeri ini. Jika dulu yang paling ditekankan adalah harmoni di tengah keragaman budaya dan agama, kini soal pembedaan identitas yang lebih dikemukakan. Demikian perbincangan Novriantoni dari Jaringan Islam Liberal (JIL) dengan Ni Gusti Ayu Sukma Dewi, anggota Pansus RUU APP di DPR.

Transkrip selengkapnya:

http://islamlib.com/id/index.php?page=article&amp;id=1025</itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2006/03/Pergulatan_Iman_Sukma_Dewi-29445.html</guid>
			<pubDate>Thu, 23 Mar 2006 08:17:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20060323_0817-52490.mp3" length="37361682" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-52493"/>
<itunes:keywords>Sukma Dewi, Iman</itunes:keywords>
<itunes:duration>51:54</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
		<item>
			<title>Ziarah dan Wali</title>
			<itunes:subtitle></itunes:subtitle>
			<description>&lt;img src=&quot;http://www.mypodcast.com/image-65196&quot;&gt;</description>
			<itunes:summary></itunes:summary>
          <itunes:author>jaringan islam liberal</itunes:author>
			<guid isPermaLink="true">http://jil.mypodcast.com/2007/05/Ziarah_dan_Wali-29270.html</guid>
			<pubDate>Thu, 10 May 2007 09:31:00 +0700</pubDate>
			<enclosure url="http://www.mypodcast.com/fsaudio/jil_20070510_0931-52035.mp3" length="3525" type="audio/mpeg"/>
<itunes:image href="http://www.mypodcast.com/image-65196"/>
<itunes:keywords>Islam, ziarah, wali, henry chambert loir</itunes:keywords>
<itunes:duration>52:59</itunes:duration>
<itunes:explicit>clean</itunes:explicit>
		</item>
	</channel>
</rss>
